Example floating
Example floating
Headline

Terdampak Erupsi Gunung Ibu di Halbar Maluku Utara Terus Dapat Dukungan Bantuan Dari PTNHM

Redaksi
×

Terdampak Erupsi Gunung Ibu di Halbar Maluku Utara Terus Dapat Dukungan Bantuan Dari PTNHM

Sebarkan artikel ini

Malut- Terdampak Erupsi Gunung Merapi Ibu wilayah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, terus dapat kepedulian serta dukungan bantuan dari pihak PT Nusa Halma Minerals (PTNHM).

Melalui siaran pers pihak PTNHM, Departemen Kinerja Sosial Urusan Regional (KS-UR) tetap perhatikan dengan kondisi pengungsi terdampak erupsi dimana selalu menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Dimana ratusan kepala keluarga yang kini mengungsi ke beberapa tempat di wilayah Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang tidak lain adalah wilayah lingkar tambang PTNHM, sehingga kepduliannya selalu ada untuk mereka yang jadi korban erupsi merapi.

Pihak PTNHM memberikan bantuan yang disalurkan NHM berupa sembako serta kebutuhan sehari-hari lainnya dan kebutuhan pakai para pengungsi disana.

Penyaluran ini dilakukan di dua lokasi, yaitu untuk 143 pengungsi di Posko Pengungsian Desa
Tolabit, Halut, dan untuk 250 pengungsi di Posko Pengungsian Kali Tolabit, Halut.

Pengungsi menyambut hangat kehadiran tim KS-UR yang terjun langsung ke lapangan mengkoordinasikan
alur pembagian bantuan agar tepat sasaran dan merata.

Heni Korois salah satu pengungsi asal Desa Tolisaor menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang disalurkan NHM.

“Terima kasih kepada NHM yang sudah memberikan perhatian
dan bantuan yang tentunya dirasa sangat bermanfaat bagi kami selama berada di tempat
pengungsian,” ucapnya.

Supervisor Sustainability Development KS-UR NHM, Salim Ahmad menyampaikan rasa
prihatinnya atas bencana alam erupsi Gunung Ibu yang sangat aktif beberapa bulan terakhir.

“Bantuan yang kami salurkan ini merupakan wujud empati dan perhatian Perusahaan kepada masyarakat, terutama mereka yang terdampak dan berada di wilayah Halut. Bantuan ini diharapkan sedikit membantu meringankan beban warga selama di tempat pengungsian,” ujar Salim.

“Mengingat tidak ada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang standby
di posko pengungsian, diharapkan warga yang dipercayakan menjadi koordinator bisa terus
berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat, serta pihak BPBD di Kabupaten Halbar dan Halut. Untuk menjaga keselamatan diharapkan agar para pengungsi
tidak kembali ke desa asalnya sebelum adanya instruksi dari pihak terkait dan Pemerintah,”ungkapnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *