Example floating
Example floating
DaerahTulang Bawang Barat

KPU dan Bawaslu Tubaba Beri Tanggapan Terkait Aksi Onar Oknum Caleg

Redaksi
×

KPU dan Bawaslu Tubaba Beri Tanggapan Terkait Aksi Onar Oknum Caleg

Sebarkan artikel ini

Tubaba – Viral di media sosial TikTok, aksi arogan yang dilakukan oleh oknum calon anggota legislatif (Caleg) terhadap anggota KPPS kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung pada Rabu (14/2/2024)

Kejadian tersebut di TPS 17 (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan belum diketahui persis, Caleg tersebut berasal dari partai politik mana.

Video berdurasi 19 detik yang dibagikan di akun Tiktok Merti Ria Safitri @mertiriaa, hingga Jum,at (16/2/2024) pukul 14.54 wib tembus 4,3juta kali dilihat, 140 ribu lebih disukai, 4 ribu lebih komentar , 7000 lebih favorit dan hampir 3000 kali dibagikan.

Pasca viral nya aksi oknum caleg DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan Enam Lampung terlihat mendapat perhatian ribuan netizen, pasalnya oknum tersebut merupakan anggota DPRD Tubaba yang masih aktif.

Menanggapi hal tersebut ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tubaba Yudi Agusman, membenarkan atas kejadian tersebut dan enggan berkomentar.

“No comment ya, itu kewenangannya bukan di KPU. Secara regulasinya yang dilakukan KPPS itu sudah sesuai SOP, menanyakan mandat dari saksi yang bersangkutan” kata Yudi Agusman saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jum’at (16/2/2024)

Ditanyakan soal langkah hukum KPU Tubaba terhadap peristiwa tersebut, Ketua KPU Tubaba mengatakan bukan kewenangan lembaganya.

“Tidak ada pendampingan, ada kewenangan mungkin dari Bawaslu. KPU nunggu tindakan dari Bawaslu saja” kata Yudi

terpantau dalam video lainnya, yang diunggah akun Merti Ria Safitri juga menuliskan kronologis peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/2/2024) yang dialami oleh adiknya.

“Kami sebagai anggota KPPS menjalankan tugas dan arahan dari PPS. Saat itu kami diminta untuk memberitahukan kepada saksi yang hadir kalau mereka adalah perwakilan dari caleg siapa, karena perlu untuk penginputan Di Rekap,” tulisnya dalam konten.

Dijelaskan dalam akun tersebut, Ketika itu ada salah seorang saksi yang melapor ke Caleg yang diwakilinya sebagai saksi.

“Saksi ini lapor ke caleg itu kalau si itu nggak diterima padahal dia (saksi) sudah duduk anteng di dalam TPS. Dan tiba-tiba si caleg datang bersama yang lain, datang tiba-tiba marah,” tulisnya.

Menurut akun Merti, dalam bimtek sudah diberi arahan bahwa siapapun tidak boleh masuk ke TPS tanpa surat mandat, termasuk caleg bahkan polisi.

“Nah, caleg itu datanglah dan marahin linmas karena menghadang. Katanya dia adalah orang penting di Tubabar. Semua yang ada di sana dimarahin sama dia,” tulisnya.

Menurut informasi yang dikumpulkan media, anggota KPPS yang mendapatkan perlakuan kasar dari oknum caleg itu telah melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu Tubaba.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler menanyakan terkait laporan atas kejadian tersebut, Ketua Bawaslu Tubaba membenarkan kejadian di TPS 17 Desa Panaragan.

“Ya benar kami telah mendapat laporan pengaduan atas peristiwa tersebut, dan Bawaslu Tubaba telah melakukan proses dan melakukan pleno dan kajian awal, serta kami telah melakukan memberitahukan syarat formil dan materilnya,” kata Agus tomi, Jum’at (16/2/2024)

Selanjutnya kata Ketua Bawaslu Tubaba, untuk detail administrasi dan sanksi nanti DKPP bidang pak Cecep.

“Jadi untuk prosesnya sudah kami lakukan. Kalau untuk tindakan KPU Tubaba itu internal mereka. Saya tidak bisa menjelaskan langkah mereka diluar kewenangan Bawaslu,” kata Agus Tomi(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *