Example floating
Example floating
Bekasi

Tidak “Kapok” SMAN di Bekasi Masih Memungut Biaya Ke Wali Murid “Suryadi” Laporkan Dugaan Pungli Ke Kajari Bekasi

Redaksi
×

Tidak “Kapok” SMAN di Bekasi Masih Memungut Biaya Ke Wali Murid “Suryadi” Laporkan Dugaan Pungli Ke Kajari Bekasi

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Lagi dan lagi wajah pendidikan di Kota Bekasi kembali tercoreng oleh oknum-oknum rakus yang tidak bertanggung jawab dan tidak Kapok-kapoknya diduga Melakukan Pungutan kewalimurid tanpa ada dasar hukumnya alias Pungli.

Setelah pada November tahun lalu SMAN 3 Kota Bekasi menjadi sorotan karena meminta sumbangan sebesar Rp.300 ribu kepada wali murid kini giliran SMAN 2 Kota Bekasi yang melakukan hal serupa.

Dengan dalih hasil pertemuan bersama antara wali murid dengan Komite Sekolah SMAN 2 Bekasi pada 26 Agustus 2023 yang oleh beberapa pihak dengan beberapa pokok pembahasan.

Dalam notulensinya pada poin 5 disebutkan bahwa “Biaya kegiatan siswa selama 1 tahun sebesar 3,6jt dengan mekanisme pembayaran via transfer ke nomor rekening sekolah yang ditunjuk. Proses pembayaran bisa dicicil ataupun langsung untuk 1 tahun.”

Hal tersebut tentunya bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada rilis November tahun lalu.

“Tidak boleh ada pungutan apa pun di sekolah negeri, baik SMA, SMK, atau SLB, yang menjadi kewenangan provinsi,” ujar Kang Emil pada November tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut Koordinator Suara Rakyat Peduli Pendidikan (SURYADI), Widi mengungkapkan banyak kejanggalan yang terjadi selama rapat tersebut, dari tidak semua wali murid kelas X yang diundang, penetapan besaran sumbangan yang tidak berasaskan keadilan hingga tidak kejelasan dari RKAS dan laporan keuangan dari pihak komite sekolah.

“Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan, pertama pihak komite sekolah tidak transparan terkait RKAS dan laporan keuangan, kemudian tidak semua wali murid diundang (hanya sebagian), dan besaran sumbangan nya pun dipukul rata, padahal banyak dari wali murid daftar di SMA 2 melalui jalur afirmasi yang artinya mereka berasal dari kalangan ekonomi menengah kebawah.” Ucapnya

Menyikapi hal tersebut Widi juga telah melakukan aksi penolakan terhadap hasil rapat tanggal 26 Agustus 2023 dengan membagikan agitasi kepada orang tua dan sisiwa/i pada hari ini.

“Tentunya kami dari SURYADI juga tidak berdiam diri, hari ini kami Baru saja membagikan agitasi kepada wali murid dan siswa/i agar dapat diberikan ke orang tua nya.” Tutupnya

Saat ditanya langkah selanjutnya Widi menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada PJ Gubernur Jawa Barat dan melaporkan tindakan ke pihak kejaksaan Negeri Bekasi.

“Kami sudah sounding ke Pj.Gubernur dan Alhamdulillah diterima selanjutnya kami juga melaporkan hal ini ke Kejaksaan Negeri Bekasi supaya jika memang ada tindak pidana didalam penetapan putusan rapat tersebut bisa di tindak lanjuti oleh pihak yang berwajib.” tutupnya. (RhagilASN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *