Example floating
Example floating
Bekasi

Aliansi Gerakan Mahasiswa Desak Kajari untuk Memanggil Dan Memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Redaksi
×

Aliansi Gerakan Mahasiswa Desak Kajari untuk Memanggil Dan Memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini

Bekasi.(Independen Pos) – Puluhan Mahasiswa berkumpul serta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Mahasiswa tersebut tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Melawan. Kamis.(14/09/23)

Persoalan yang coba di angkat kali ini ialah terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang ada di dalam tubuh dinas tersebut. Pasalnya dugaan kasus korupsi tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab atas tindakannya tersebut.

Dalam orasinya Bung Erik selaku Korlap Aksi menyebutkan bahwasannya dugaan kasus korupsi itu dilakukan pada pekerjaan pemeliharaan pembangunan gedung SMPN di Kecamatan Bekasi Utara pada TA 2021.

“Kami turun didepan gedung Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada siang ini merupakan kegiatan untuk meminta kejelasan daripada pihak dinas Dinas Pendidikan yang telah di duga melakukan tindakan pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan pemeliharaan gedung SMPN di Kecamatan Bekasi Utara yang dibawah tanggungjawab dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi tahun anggaran 2021”. Ujarnya.

Beberapa masa aksi juga menyampaikan bahwasannya hal ini juga tidak dibenarkan oleh negara dan tidak sesuai atau menyalahi aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Serta dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 (Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi).

“Hal ini merugikan negara serta hal ini juga tidak sesuai atau menyalahi aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu kasus seperti ini bisa dijerat dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001”. Imbuhnya.

Diketahui menurut data kajian terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp. 150.131.400,00 dan terdapat pengurangan volume. Maka dalam hal ini diduga bahwa adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi pada pekerjaan pemeliharaan gedung bangunan tersebut serta bekerjasama dengan pihak ke 3 atas proyek tersebut.

Aksi kali ini juga mendapat respon dari warsim selaku sekdis dinas pendidikan kota bekasi namun dia menyampaikan bahwa persoalan ini nanti akan disampaikan ke kadis sebab dia baru menjabat sehingga dia belum memahami persoalan ini,

Mendengar respon yang kurang memuaskan dari sekdis disdik kota bekasi membuat masa aksi geram dan hanya membaca tuntutan saja, masa aksi juga mengingatkan bahwa akan datang kembali dengan masa yang lebih banyak lagi dan ingin menemui kadisdik kota bekasi.

Para masa aksi juga menyampaikan beberapa tuntutannya, yakni:
1. Mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk memanggil dan memeriksa kepala dinas pendidikan Kota Bekasi karena di duga adanya penyelewengan pada kegiatan pengerjaan pemeliharaan bangunan SMPN di Kecamatan Bekasi Utara pada pagu anggaran tahun 2021. Dimana selaku pengguna anggaran tidak becus dalam melaksanakan, pengendalian, dan pengawasan pada kegiatan tersebut yang menjadi tanggungjawabnya.
2. Mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk panggil dan periksa PPK serta PPTK karena diduga tidak cermat dalam menjalankan tugasnya.
3. mendesak Walikota Bekasi untuk memecat seluruh pejabat yang bersangkutan pada pelaksanaan kegiatan pekerjaan pemeliharaan bangunan gedung pendidikan SMPN di Kecamatan Bekasi Utara karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.
4. Blacklist CV. TWK karena dinilai tidak becus dalam melaksanakan kegiatannya serta diduga melakukan kecurangan dalam kegiatan pengerjaan. (Rhagil/Irwan)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *