Example floating
Example floating
DaerahHeadlineWay Kanan

Bejat, Seorang Ayah Di Way Kanan Tega Rudapaksa Anak Hingga Hamil

Redaksi
×

Bejat, Seorang Ayah Di Way Kanan Tega Rudapaksa Anak Hingga Hamil

Sebarkan artikel ini

Way Kanan – Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur di Kabupaten Way Kanan kembali terjadi dan semakin meresahkan masyarakat.

Kali ini terjadi di Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, diduga dilakukan oleh R (41) salah seorang warga Kecamatan Negeri Agung, yang juga merupakan ayah kandung korban Bunga (16) hingga hamil, berhasil dibekuk oleh Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polres Way Kanan.

Dalam keterangannya Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP Andre Try Putra mendampingi Kapolres AKBP Teddy Rachesna, di ruang kerjanya Kamis (20/7) mengatakan, kronologis kejadian persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur terjadi pertama kali pada tahun 2021 lalu saat korban an.Bunga (bukan nama sebenarnya) usia 16 tahun, masih duduk dikelas 10 SMA sekitar pukul 07.00 WIB di kamar korban.

“Sejak itu tersangka sering melakukan hubungan intim dengan korban sampai terakhir kali dilakukan pada Minggu (16/7) sekitar pukul 15.00 WIB pada saat korban sedang sendiri di kamar rumahnya,”kata Andre.

Atas perbuatan ayah kandung tersebut korban mengalami trauma hingga berbadan dua dan selanjutnya pelapor SB sebagai aparatur Kampung di salah satu Kecamatan Negeri Agung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Way Kanan untuk di tindak lanjut.

Untuk Kronologis penangkapan pelaku, pada Selasa (18/7) t/sekitar pukul 17.00 WIB Unit PPA Sat Reskrim Polres Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Kampung Tanjung Rejo, saat dilakukan penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolres Way Kanan guna penyidikan lebih lanjut, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (3) atau pasal 82 Ayat (2) undang – undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP, karena pelaku merupakan ayah kandung korban maka ancamannya di tambah 1/3 dari ancaman pokok yaitu menjadi 20 tahun penjara. (H.Okta)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *