Example floating
Example floating
Tulang Bawang Barat

Camat TBT Kendalikan Anggaran Dua kelurahan Tubaba Diduga Bermasalah

Redaksi
×

Camat TBT Kendalikan Anggaran Dua kelurahan Tubaba Diduga Bermasalah

Sebarkan artikel ini

 

PANARAGAN –- Penggunaan anggaran dua Kelurahan di Kacamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Tubaba, diakui Lurah Mulya Asri dan Lurah Panaragan Jaya sepenuhnya dikendalikan Camat setempat.

Dikatakan Lurah Mulya Asri, Pramubumi Restu Aji, bahwa anggaran kegiatan tahun 2021 dan 2022 pihaknya tidak mengetahui persis besaran yang diberikan, sebab proses pelaporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran juga dibuat oleh pihak kecamatan.

Lurah Mulya Asri juga mengatakan, pihaknya hanya menerima kucuran anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kecamatan TBT, sesuai dengan yang diajukan kelurahan.

” Saya tidak tau persis, karena dana kelurahan itu digabung dengan dana kecamatan. Apa yang kami butuhkan, baru diberikan oleh pemerintah kecamatan, seperti pembayaran insentif RT dan RW, Mudin, juru kunci makam, Linmas, kader posyandu,” kata Prambumi saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (17/1/2023)

Terkait laporan pertanggungjawaban realisasi anggaran, diakui Pramubumi dilakukan oleh kecamatan, dan kelurahan hanya terima keterangan bahwa laporan telah selesai.

“Sulit saya menjelaskan soal anggaran, untuk pelaporan dananya itu digabung, antara tiga instansi, yaitu Kelurahan Panaragan Jaya, Kelurahan Mulya Asri dan penggunaan anggaran di lingkungan Kecamatan TBT. Baik itu tahun anggaran 2021 dan 2022. Kalau mau lebih detil lagi, mungkin silahkan tanya ke BPKAD Tubaba atau Pemerintah Kecamatan setempat,” kata Pramubumi

Hal senada juga disampaikan Rilman, bahwa kelurahan Panaragan Jaya pada tahun 2021 dan 2022, anggaran yang diberikan tidak sebesar informasi yang beredar.

Lurah tersebut mengaku hanya menerima anggaran program pemberdayaan hanya sebesar Rp.300 juta dan dipergunakan untuk pembayaran insentif RT dan RW dan kegiatan pelayanan administrasi kantor sebesar Rp75 juta setiap tahunnya.

” Tahun anggaran 2021 dan 2022 kami hanya menerima dana sebesar Rp300 juta. Dari dana Rp300 juta itu, untuk pembayaran insentif RT dan RW sekitar Rp200 juta saja, dan sisanya dipergunakan oleh kelurahan dalam bentuk pembayaran kegiatan. Seperti kegiatan kesehatan, PKK, Posyandu pelatihan hansip atau linmas. Sementara untuk pelayanan administrasi kantor hanya Rp.75 juta. Termasuk pembayaran dua orang cleaning servis dan pembayaran honor keuangan. Selain itu tidak ada dana lainnya yang kami terima,” kata Rilman saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (18/1/2023)

Ditanyakan soal adanya kegiatan pembangunan sarana dan prasarana dikelurahannya, lurah tersebut membantah adanya kegiatan pembangunan sarana dan prasarana.

“Tidak ada kegiatan itu, Karena dari dana yang diberikan itu tidak bisa dilakukan pembangunan. Proses pencairannya, sekarang ada bendahara pembantu. Artinya Kelurahan minta diajukan dari kecamatan. Kemudian kita langsung ajukan ke BPKAD Tubaba,” kata Rilman.

Ditempat terpisah Camat Tulang Bawang Tengah Achmad Nazaruddin justru berbeda penjelasan terkait dengan tata kelola anggaran dan kegiatan yang dilakukan oleh kecamatan TBT, Nazar justru mengatakan bahwa besaran anggaran menjadi tanggung jawab Kelurahan sesuai laporan realisasi.

Camat TBT, Achmad Nazaruddin mengatakan, pada tahun 2021 Kelurahan Panaragan Jaya dan Kelurahan Mulya Asri menerima anggaran sebesar Rp726 juta.

Kemudian lanjut Nazar, pada tahun anggaran 2022, Kelurahan Panaragan Jaya dan Mulya Asri mencapai Rp920 juta. Dengan besaran masing-masing Rp460 juta. Terdiri dari kegiatan pemberdayaan dan administrasi pelayanan umum kantor.

“Tahun 2021 anggaran untuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Panaragan Jaya dan Mulya Asri. Pemberdayaan dua kelurahan. Sumbernya dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp.726 juta. yakni program pemberdayaan masyarakat berupa pembayaran insentif RT dan RW serta administrasi pelayanan kantor. Kemudian pada tahun 2022 sebesar Rp.920 juta dibagi dua kelurahan,” kata Camat TBT saat dikonfirmasi wartawan diruangnya, Rabu (18/1/2023).

Ia menjelaskan, untuk dana program pemberdayaan masyarakat dicairkan sendiri oleh kelurahan. Kegiatan ini SPJnya di kelurahan masing-masing.

Namun, ada program yang pencairannya melalui kecamatan, seperti ATK, honor pengelolaan keuangan, mereka menerima uang dari kecamatan. Kelurahan Mulya Asri menerima Rp.65 juta dan Kelurahan Panaragan Jaya Rp75 juta.

Diakui Camat tersebut, Kecamatan TBT pada tahun 2021 mengelola anggaran Rp3,1 Miliar yang terdiri dari Rp2,3 M untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja. Sisanya Rp800 juta lebih.

Kemudian, Kecamatan TBT pada tahun anggaran 2022 mengelola kegiatan Administrasi Umum dengan anggaran sebesar Rp.300 juta, yang terdiri dari Sewa kendaraan sebesar Rp.70 juta, BBM mobil Dinas Rp24 juta, Musrembangcam Rp20 juta. Evaluasi pendampingan dana desa Rp19 juta untuk tiga kali.

Selain itu, terdapat honor pengelola keuangan. Yaitu honor Camat selaku Pengguna Anggaran (PA) sebesar Rp1.450.000 perbulan. Sekam selaku PPTK sebesar Rp1.010.000, PPK Rp570 ribu, Bendahara Pengeluaran Rp500 ribu dan Bendahara Barang, Rp400 ribu dan Driver, Cleaning servis dan penjaga malam. Masing-masing Rp850 ribu.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *