Example floating
Example floating
Pringsewu

Oknum Karyawan FIF Cabang Pringsewu Bersikap Arogan Saat Penagihan

Redaksi
×

Oknum Karyawan FIF Cabang Pringsewu Bersikap Arogan Saat Penagihan

Sebarkan artikel ini

PRINGSEWU – Oknum karyawan perusahaan Federal International Finance (FIF) cabang Kabupaten Pringsewu dituding arogan ketika melakukan penagihan. Warga yang ditagih merasa resah atas tindakan oknum tersebut.

Menurut keterangan Walsini, warga Pekon Sinar Baru Induk, Kecamatan Sukoharjo, mengaku heran dengan TO, oknum karyawan yang mengaku dari di FIF menggunakan bahasa yang membuat dirinya tersinggung.

“Kalau pun mau nagih yah biasa aja, jangan mengeluarkan kata-kata kotor dan keji yang tidak seharusnya diucapkan,” keluh Walsini, Senin (28/11/2022).

Walsini menjelaskan, bahwa dirinya mengaku heran dengan sikap arogansi dari petugas finance, yang datang ke rumahnya dengan membawa kalimat kotor dan menantang.

Baca Juga  Sambangi Pekon Banjarejo Pringsewu, TP PKK Prioritaskan Tiga Isu Utama

“Ya, dia (TO) bilang gak takut sama saudara atau suami. Bahkan dia bilang, begal motor sampai wartawan pun berani dilawannya,” ujar Walsini.

Menurut dia, apapun alasannya, oknum karyawan FIF tidak dibenarkan bertindak seperti itu, apalagi kelakuan oknum TO itu sudah tidak beretika.

“Kejadian ini bisa kami laporkan ke penegak hukum,” ujarnya.

Sementara, Sunarsih, orang tua Walsini, menambahkan, oknum FIF sudah sangat keterlaluan yang mengeluarkan bahasa kotor pada anak perempuan yang masih di bawah umur.

“Apapun alasannya, orang seperti itu sudah membuat kesalahan kepada keluarga saya, dan saya sebagai orang tua tidak terima dengan ucapan dia,” tegas dia.

Baca Juga  Soal Uang Pensiunan Guru, Polda Lampung Panggil Disdikbud dan Kepala Koperasi Betik Gawi

Menurut Sunarsih, angsuran kendaraannya belum lewat tenggat bulan, namun etika bahasa oknum FIF itu sangat arogan kepada pada konsumen.

“Saya akan membuat laporan ke Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) atas tindakan dan ucapan yang diucapkan TO,” tegas dia.

Padahal, sambungnya, dalam KUHP jelas disebutkan, bahwa yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan.

“Jadi sudah jelas, apabila mau ambil jaminan harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan. Kami berharap pihak kepolisian menyeriusi masalah ini,” ungkap dia.(TIM/AWPI)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *