Example floating
Example floating
Way Kanan

Aspri Hotman Paris Kawal Anak Korban Pembunuhan Sekeluarga di Way Kanan

Redaksi
×

Aspri Hotman Paris Kawal Anak Korban Pembunuhan Sekeluarga di Way Kanan

Sebarkan artikel ini

WAY KANAN – Masyarakat Lampung baru-baru ini digemparkan tragedi pembunuhan satu keluarga di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Tragedi pembunuhan itu dilakukan oleh anak kandungnya sendiri terhadap keluarganya.

Tim Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea melalui Putri Maya Rumanti, SH MH siap mengawal penuh kasus tersebut sampai tuntas.

Hadir di Polres Way Kanan senin siang pukul 12:30 wib bersama Kepala Kampung Marga Jaya langsung disambut baik oleh Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, SH, SIK, MSi di ruang kerjanya.

Usai menemui Kapolres Putri langsung diarahkan untuk menemui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra guna menindaklanjuti perkara pembunuhan 5 anggota keluarga secara sadis.

“Jadi hari ini saya diminta Pak Kakam mendampingi keluarga korban, agar proses hukumnya bisa berjalan dengan lancar dan penerapan pasalnya sesuai dengan apa yang dilakukan oleh pelaku.” jelas Putri.

Dirinya pun menyampaikan bahwa pihak keluarga tidak menuntut banyak, hanya saja pasal yang diterapkan sesuai dengan apa yang dilakukan pelaku, sehingga tidak terulang kembali hal-hal serupa di masyarakat lain.

“Jadi ini memberikan contoh, bahwa apa yang dilakukan orang tersebut salah, dan hukumannya harus sesuai dengan apa yang dilakukan, lagipula ini kan ada 340 ya, pembunuhan berencana itu.” tegas Putri

Kuasa Hukum pihak korban inipun mengapresiasi kinerja Polres Way Kanan yang dengan sigap dan cepat, dimana hingga saat ini sudah sampai di tahap satu, Putri juga mengacungkan jempol untuk kinerja Polres Way Kanan.

Putri juga berpesan kepada Kapolres Way Kanan agar bisa melakukan pendampingan psikologis kepada anak dari korban yang tersisa, baik dari dinas P2TP2 atau lembaga perlindungan anak, dimana anak tersebut sudah pasti mengalami trauma yang berkepanjangan.

“Harapannya untuk penerapan pasal hukum yang jelas, hukumannya juga jelas, sesuai dengan apa yang mereka lakukan.” pungkas Putri.

Patut diketahui, pelaku Erwinudin pada saat rekonstruksi memeragakan adegan dimana dirinya saat membunuh ke 5 anggota keluarga karena di latar belakangi warisan.

Adapun 4 anggota keluarga yakni Zainudin, Siti Romlah, Wawan, dibunuh dengan cara dipukul menggunakan Kapak hingga meninggal dunia, sementara Zahra yang tidak lain Keponakan Pelaku, dibunuh dengan cara dicekik hingga meninggal, setelah itu tersangka membuang jasad ke 4 keluarga nya ke dalam Septic tank, yang kemudian di cor.

Sedangkan korban atas nama Juwanda yang tidak lain adik Tiri tersangka, dibunuh dengan cara dipukul menggunakan besi panjang, lalu diikat, kemudian pelaku meminta bantuan anak kandungnya yaitu Diki Wahyudi untuk membantu menguburkan jasad Juwanda di kebun miliknya.

Sementara itu dalam konferensi persnya Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, SH, S,IK, MSi mengatakan bahwa hari ini akan dilakukan pemeriksaan patologi dan DNA yang hasil dan sample tulangnya akan dikirim ke mabes Polri, kemudian hasil penyidikan tahap satunya pun akan diserahkan ke kejaksaan Negeri Way Kanan hari ini juga.

“pelaku dijerat Dengan pasal 338 dan di Juncto kan dengan Pasal 340, pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun, namun bisa berkembang, apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup,” tutup Kapolres.

Eka Saputra dan Wan Ajo

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *